Sudah lama, saya dan suami memiliki keinginan untuk mengajak anak kami, Janthra, untuk mendaki gunung sebagai alternatif liburan keluarga kami. Alasannya simpel, kami bosan menghabiskan waktu di mall yang sangat monoton dan berpotensi membuat anak kami menjadi konsumtif. Apalagi, kami memang memiliki background organisasi pecinta alam di Kampus dulu, jadi konsep back to nature itu memang kami banget. Hehe..
Benar adanya bahwa berkegiatan di
alam bebas seperti naik gunung, memerlukan rencana yang matang, mulai dari
persiapan sampai pada tahap pelaksanaan. Dengan rencana yang matang, tentunya
kita dapat meminimalisir hal-hal buruk yang tidak diinginkan, seperti pada
kasus liburan kami seminggu lalu di Gunung Prau, Dieng, Wonosobo, dimana saat itu Janthra
terkena hypothermia. Alam memang tidak bisa diprediksi ya, tapi setidaknya kita
bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa
terjadi. Alhamdulillah, walaupun sempat ada kejadian tidak mengenakkan, kami
masih selamat dan dilindungi. Nah, saya mau berbagi pengalaman dan tips nih
tentang liburan naik gunung membawa balita:
