Tampilkan postingan dengan label Product Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Product Review. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Desember 2016
Motorola TLKR T80 Extreme: Let's Go Beyond!
Rabu, 18 Mei 2016
Beauty Review: Fans Garis Keras SK-II!
Kamu merasa sudah mencoba berbagai produk kecantikan?eittsss! Belum khatam rasanya kalau kamu belum pernah coba produk-produk dahsyat dari SK-II. Yaps! Ingin tahu kenapa saya berani bilang produk dari SK-II ini dahsyat? Terusin yah baca review saya..Hehe.
Awal memakai SK-II sebenarnya karena saya merasa lelah (halah!) melakukan pencarian produk perawatan kulit. Bisa dibilang saya ini sudah mencoba semua produk perawatan kulit, termasuk produk perawatan kulit versi dokter. Sebut saja Dr.E di bilangan Cempaka Putih, Dr H di Klinik RSPAD Gatsu, sampai klinik kecantikan dengan nama depan E yang cihuy pada zamannya. Cuma semuanya memiliki efek ketergantungan yang tinggi dan biaya perawatan serta usaha (waktu dan jarak tempuh ke Dokter) yang bikin saya kapok.
Belum lagi profesi saya dulu sebagai peneliti, yang mengharuskan saya melakukan assessment ke pedalaman Kalimantan, Sumatra atau Papua, sehingga membuat usaha saya merawat kulit ke Dokter akhirnya menjadi sia-sia. Karena, setiap pulang dari pedalaman, muka saya pasti sudah gosong lagi terbakar sinar matahari. Alhasil, perawatan kulit ke Dokter harus dimulai dari nol lagi setiap saya pulang dari pedalaman.
Pusing dengan bau kimia obat dokter, kemudian, timbul pertanyaan di pikiran saya: "Ada gak sih produk perawatan kulit yang sehat dan alami?". Pertanyaan-pertanyaan itu lalu menggiring saya melakukan desktop research (FYI, saya selalu melakukan ini jika ingin membeli sesuatu) di dunia maya mengenai brand-brand dan produk kecantikan yang beredar di pasaran, termasuk dari forum kecantikan seperti Female Daily Forum. Ternyata, banyak Beauty Blogger kawakan yang merekomendasikan pemakaian dari SK-II ini dengan alasan produknya aman, nyaman dan alami. Saking alaminya sampai bisa digunakan oleh wanita yang sedang hamil loh.
![]() |
| Ini nih penampakan Pitera Essence Set yang setiap hari saya gunakan |
Okesip! akhirnya, saya pun berpikir keras menangkal kegalauan membeli produk SK-II (saat itu kegalauan saya cuma satu, yaitu harga produknya yang cukup mihil. Hihi). Tetapi beberapa alasan dibawah ini, akhirnya membuat saya bulat mencoba SK-II sejak 4 tahun lalu:
1. Kandungan alami produk SK-II.
Semua tahu ya kalau keunggulan SK-II itu menggunakan bahan alami, yaitu Pitera, semacam cairan bening yang berasal dari fermentasi beras dan kaya akan vitamin, asam amino, mineral dan asam organik. Konon, Pitera ini mampu meningkatkan proses regenerasi alami dari kulit kita. Ini terbukti di saya loh. Semenjak pakai SK-II pittera essence set, kulit saya menjadi lebih halus, kenyal dan cerah. Bahkan, saya yang sudah berumur 30 tahun ini sering kali disangka masih kuliahan loh. Haha. SK-II bikin awet muda, cyiiin!
2. Brand yang berasal dari Jepang.
Logika berpikir saya sih seperti ini. Kita kan orang Asia yah, tentunya punya jenis dan keunikan kulit yang berbeda dengan wanita di benua lain. Oleh karena itu, paling tepat ya pakai produk yang asalnya dari Asia juga (yang mana sudah disesuaikan kebutuhannya sesuai dengan kebutuhan kulit wanita Asia), kayak SK-II yang berasal dari Jepang ini. Apalagi Jepang terkenal dengan inovasi-nya di berbagai bidang. Selain itu, produk SK-II ini juga awalnya berbasis penelitian dari tahun 1970-1980 loh..Wihhh, keren kan, gak sembarang berarti.
3. Produk SK-II bisa dikombinasikan dengan produk dari brand lain.
Maunya sih, maunya loh ya, bisa beli serangkaian produk SK-II yang cihuy itu. Cuma, berhubung kemampuan terbatas, makanya saya perlu tahu nih apakah penggunaan SK-II bisa dikombinasikan dengan produk kecantikan lain. Ternyata bisa banget loh! Saya biasanya pakai SK-II Pitera Essence Set dipadu dengan produk dari Hada Labo dan Ponds. Hasilnya ciamik deh! karena SK-II Pitera Essence ini juga berfungsi membantu penyerapan kandungan produk lain ke dalam kulit kita. Dengan kata lain mempercepat proses penyerapannya. Coba aja kamu buktiin pakai produk sunscreen dengan atau tanpa SK-II, pasti hasilnya lebih bagus kalau pakai SK-II.
4. Mihil sih, tapi masih lebih mihil kalau pakai obat Dokter
Ini sih pendapat saya aja yah. Daripada bolak-balik ke dokter, muka mesti terkelupas sana sini, plus jauh pula menerjang kemacetan Jakarta, saya sih lebih pilih beli produk SK-II. Tapi kan mihil. Iya sih, cuma kan bisa dihemat. Saya biasanya menggunakan SK-II hanya 3-4 tetes tiap pemakaian. Satu botol SK-II biasanya habis 7-8 bulan penggunaan. Jadi, kalau dihitung-hitung, sebulannya saya cuma perlu nabung Rp 100.000-an untuk beli SK-II. Haha.
Nah, buat yang masih ragu sama penggunaan SK-II, saya kasih lihat foto saya sebelum memakai dan sesudah memakai SK-II ya..Foto 4 tahun lalu dan Foto saya akhir- akhir ini:
![]() |
Kiri: Foto 4 tahun lalu di Kalimantan (Gosong terbakar matahari)
Kanan: Foto beberapa waktu lalu di acara Super Mama Lazada
|
Buat Informasi lengkap mengenai produk SK-II, jangan segan untuk kunjungi situs resmi SK-II ya. Temukan berbagai keajaiban produk-nya disana. Selamat mencoba! (dari saya fans garis keras SK-II. Haha).
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Female Daily & SK-II : Review and Win! SK-II Blogging Contest
Senin, 02 Mei 2016
Beauty Review: White - Eau De Toilette by Zara
Siapa yang tidak suka minyak
wangi? Rasanya hampir semua perempuan menyukai beauty product yang satu itu.
Saya sendiri termasuk orang yang suka *pake banget, sama yang namanya minyak
wangi. Haha. Mungkin karena dulu waktu kecil, sering dapet oleh-oleh minyak
wangi dari temen-temen papa yang suka keluar negeri yah. Dulu sih sampe koleksi
botol minyak wanginya segala..*Da’ aku mah apa juga dikoleksi sih pas kecil. Cuma
nggak suka koleksi pacar aja dulu..*eaaaaaaaaaaaaa..
Kalau ditanya minyak wangi apa
yang biasa saya pakai, sebenernya sih cukup variatif ya. Mulai dari Rebel
Fleur-nya Rihana, Curious-nya Britney Spears, White Musk By The Body Shop, dll.
Tapi yang paling lama dan sering saya pakai sih Rebel Fleur-nya Rihana atau
White Musk by The Body Shop. Cintaaa banget deh sama dua parfum itu. Cuma,
belakangan Perfume-nya si Riri ini susah banget didapet di toko langganan saya (males
kalo beli di departement store, karena harganya 2 kali lipet. Hihi). Udah gitu,
white musk dari The Body Shop juga naik harganya..Disitu kadang saya merasa
bokek. Haha.
Senin, 25 April 2016
Skin Care Review: Physiogel
Hai, Ladies!
Ceritanya hari ini saya lagi mulai rapih-rapih notebook kantor nih. Terusss, nemu tulisan saya tentang review salah satu produk skin care untuk kulit kering yang beberapa bulan lalu saya tulis. Ceritanya saya salah satu pemenang kuis di Majalah Cosmopolitan yang dikirimin sepaket hadiah skin care dari Physiogel. Abis itu, saya diminta bikin review produknya setelah memakai produk tersebut. Eh, ternyata saya termasuk best reviewer yang mendapatkan hadiah voucher MAP Rp 1.000.000, Voucher Carrefour Rp 500.000 dan dimuat di Majalah Cosmopolitan. Alhamdulillah mak! Rejeki mamak sholehah! Mungkin karena menulis dari hati dan pengalaman sendiri ya maks. Haha..*Gombalita. Terus saya pikir-pikir, sayang juga yah kalau review tentang produknya nggak saya share di blog ini. Siapa tau ada teman-teman yang butuh info seputar kulit kering dan sensitif. Here we go:
| Paket Physiogel dari Cosmopolitan..Seneng banget dapet kesempatan nyoba pake produk premium macam Physiogel |
Rabu, 23 Maret 2016
Lactacyd White Intimate: Beauty Inside, Beauty Outside!
Setuju dong kalau saya bilang “Inner beauty” itu sama pentingnya dengan
“Outer beauty”? Nah, buat saya, kata
kunci inner beauty itu adalah bersih,
nyaman dan aman. Sama seperti perasaan yang saya dapatkan sehabis menggunakan
Lactacyd White Intimate sebagai pembersih daerah kewanitaan andalan saya. Saya
sadar sekali, sebagai wanita yang bekerja di bidang sosial-kemanusiaan pada salah
satu International Non-Government
Organization, saya juga harus memikirkan kebersihan area V saya. Apalagi
melihat tuntutan kerja yang terkadang mengharuskan saya untuk berkunjung,
bahkan tinggal di daerah-daerah terpencil dengan kualitas air dan keadaan
lingkungan yang kurang bersih.
Jumat, 15 Mei 2015
Brave and Bold
Saya ini paling suka hasil make-up yang natural. Pergi ke kantor sehari-hari atau kondangan gala juga biasanya cuma pake bedak, lippen warna nude dan blush on pink. Udah, itu doang. Seumur hidup ga kepikiran sebenernya untuk pake lipstick warna mencilok, eh mencolok, macam Red Lipstick gitchuu..Kenafe?karena aye ga punya nyali jeung, alias ga pede a.k.a gak berani. Hahaha. Pernah sih beli 1 lippen merah gitu, trus iseng nyoba dong di kaca rumah, tapi hahhhh...kok warnanya beda jauhhh yak dari ekspektasi?well, what do you expect from low-cost lipstick? Ya udah aja, saya trauma dan si lippen merah ini pun ga pernah lagi dipake sampe saat ini.
Dan trauma saya ini pun diperkuat dengan salah satu opini dari sahabat saya yang pernah bilang kalau pake lipstick warna merah itu bisa bikin warna bibir jadi bluwek alias item alias ilang warna aslinya. Kalo ga salah denger sih dulu karena kandungan zat pewarna apa mercury-nya gitu deh. Duh duh (bukan deuh-deuh yg rame dibicarain di berita itu yes), makin aja ogah bin say no ajah ah ke lippen warna mere.
Sampe suatu waktu... Saya iseng instagram-an (saya termasuk yg jarang instagram-an), eh ternyata, akhir-akhir ini kan booming lagi tuh, foto pere'-pere' dengan birmer. Ketika saya lihat foto-foto itu, terbersit beberapa hal ini di pikiran saya: "iiihhh, kok dia berani yah?ga takut dibilang menor yah?nanti bibirnya bakal item ga yah?" tapi teruss pertanyaan terakhir yang muncul di benak saya justru: "Eh, itu lipstick-nya merek apa ya?kok bagus banget warnanya" Hahaha, yes yes yes, tergoda nampaknya. Saya pun ingat pernah baca review tentang salah satu brand lipstick muslimah yang direkomendasikan, Wardah. Terus yah, saya pernah liat foto temen kuliah saya yang sekarang jadi hot mom gitu, lagi nyobain lipstick merek yang sama. Ah, coba aja apa yak? begitulah pikiran aneh yang mencuat hari itu.
Gayung bersambut, keesokan hari-nya pas waktu belanja bulanan di Transmart Kalimalang. Ternyata ada counter Wardah disini. Ihiiiy! langsung lah saya menghampiri dan langsung meminta si mbak untuk kasih lihat tester red lipstick matte nomor 11 dan 12. Setelah nyoba-nyobi di tangan, akhirnya saya mutusin untuk beli si Wardah Red Lipstick Matte No.11. Yes, 11, angka mujur saya. Saya lahir bulan 11, nikah juga bulan 11. Haha. nggak kok, bukan karena itu. Tapi karena saya lihat warnanya lebih cerah dan cocok dengan skin tone saya. Cuss, masuk lah ke kantong belanja, sambil mikir, kapan dan kemana gw pake-nya ya ini lipstick?hehe.
Hasil percobaan wardah lipstick matte no.11..Mayan yah?
Voila! beginilah hasil pemakaian si lippen merah wardah itu. Habis poto-poto, saya iseng update ke Path, eh ternyata ada beberapa yang tanya dan bilang bagus lipsticknya. Nah, indikasi bagus kalo saya ga salah pilih produk nih. Haha. Gegara banyak yg bilang warna lippennya oke, saya pun sumringah dan mikir: "ternyata boleh kali ah sekali-kali pake lippen merah. nonjolin sisi brave and bold gitu" hihi.
Kamis, 30 April 2015
Jangan dibaca, Pasti Tergoda...
Siapa yang sering bingung puter otak mau kasih kado apa tiap suami ultah?
Atau kelimpang-kelimpung di Mall nyariin barang apa yang cucok buat nyokap atau bokap?
Bahkan sampe tebak buah manggis, keluar-masuk counter di Mall demi untuk membahagiakan sang adik atau sahabat di hari bahagianya?
Oke stop! sudah mulai lebay kayaknya. Haha. Tapi iyes sodara-sodare, kalau ada yang nanya pertanyaan macem gitu, saya pasti langsung ngacung. Cung! *sambil semangat ngacungin tangan Abang Adam Levine yang bakal Tur ke Indonesia lagi *preeettt. Gaess, beneran, saya ini termasuk orang yang kerap kali pusing saban mesti ngasih kado ke orang-orang terdekat. Nah, perkara yang gak ada habisnya ini, muncul lagi menjelang ultah suami saya tanggal 3 Mei nanti. Suami saya ini tipikal pria classic - conservative yang sukaaaaaaaaaa (huruf a-nya udah 14 belom?tolong itungin yah.haha) pake banget, kegiatan outdoor and adventure macam mount climbing, caving, rafting, dan sepermainannya lah. Tapiiii, dia juga tipe orang yang mind-branded, dengan alasan barang branded itu lebih awet dan kuat, bicara kualitas, ga kecewa lah pokoknya. Iya juga sik. *terdiam sambil ngitungin lembaran pink di dompet, lalu menghela nafas.
Hmmm, dengan kriteria seperti itu, kira-kira barang apa ya yang cucok lahir batin dengan tipikal suami saya ini?karena saya punya latar belakang penelitian yang sering mengharuskan saya untuk teliti dan analitis, urusan pilih memilih barang ini jadi salah satu tambahan persoalan hidup (apeuuu deh!) Haha, kesannye berat bener ye. Jadi lah saya harus tahu dengan lengkap info produk yang akan saya beli (mulai dari bahan, kualitas, spesifikasi, fitur) dan tentunya harga. Huffftt! Pe-er banget nih, udah rumah jauh (kepleset dikit ke Bekasi), kantor jauh (bengong sedikit kebawa abang bus ke Bonbin Ragunan), ditambah lagi mamak barbie punya bocil yang lagi lucu-lucunya lari sana-sini. Terus kapan dong bisa survey buat beli kadonya? *ngek-ngoookkk
Kudu langsung gitu tawaf ke mall atau pasar nyari kado?aihhhh, hidup di jaman batu cyiiin?bisa online kaleee belanja juga. Haha, untungnya ya sekarang sudah banyak bermunculan situs belanja online terpercaya, macam Zalora . Ga mesti capek-capek ngangkot atau nyetir ke mall dengan konsekuensi tua di jalan, kita bisa kapan aja dan dimana aja deh belenji online di Zalora. Praktis yes?yes yes yes, mam!. Daaaan, setelah browsing barang-barang yang ada di situs Zalora, oh my, this is the hardest part, saya pun berencana untuk membelikan suami saya sebuah jam tangan keluaran Ted Baker. *suami saya pasti langsung sujud syukur pas baca ini (cuma di kalimat bagian ini tapinya).
Tadaaaaa! ini nih penampakan jam tangan Ted Baker yang saya taksir untuk kado ultah suami saya. Kewwwreeen kan?hehe. Pria mana pun di dunia rasanya akan bertambah maskulin deh kalo pake jam tangan ini. Hahak, paling nggak keren di mata saya. Talinya dari kulit asli cyiiin dengan warna coklat terang yang pasti cocok dengan skin tone Orang Indonesia yang kebanyakan sawo mateng. Water resistant sampe 3 ATM pulak, cocok untuk pak suami yang suka kegiatan menantang. Ah sudah lah yah, i'm in love with this Ted Baker Watch...etapi tapi kenapa harus merek Ted Baker?Nak, mama bilangin yah, ada harga, ada rupa, secara ya si Ted Baker ini sudah ada sejak tahun 1987 (masih kalah si bu, sama nyonya meneer, hehe). Tapi pasti dong terpercaya kualitasnya karena sudah meng-global. Apalagi si Abang Ted Baker ini terkenal dengan julukan 'The No Ordinary Designer Label', pasti doong yahud cihuy barang-barangnya.
Okeh, selesai sudah permasalahan beli-membeli kado (tadinya). Sebelum saya kecantol liat-liat koleksi jam tangan Ted Baker lainnya di Zalora. Yah terus gimana dong? *mengatupkan tangan sambil berdoa: "semoga dengan beliin suami jam tangan Ted Baker ini, doi inisiatif juga beliin jam tangan Ted Baker" *modus?iyah!pamrih?iya lah..Haha. *langsung dipelototin pak suami. Maap ya Pak Mi, bagus-bagus sih koleksi jam tangan Ted Baker di Zalora. Ini nih, yang kayaknya sesuai banget sama kepribadian saya (*benerin konde jilbab) :
Cantik ya maaak?atau coba liat yang ini:
Gemanah?menggoda iman bukan?Haha, yah saya mah emang gitu orangnya. *ngelewe-in. Duh, semoga yah suami saya berkesadaran penuh ngadoin saya jam tangan ini. Otherwise, duit tarikan di kantor kayaknya bakal ketauan kemana nih larinya. Hihi. Biar makin lengkap, makin afdol dan makin tergoda, yuk mak, langsung cusss cek Jam tangan Ted Baker di Zalora. Duuuuhhh, mana tahaaaan...
Yoga Sehat Murmer...yuuuk!
Sudah sejak lama saya ingin mencoba Yoga sebagai salah satu alternatif pilihan olahraga, tetapi selalu mundur teratur begitu tahu harga paket Yoga di beberapa tempat. Biasanya paketnya lima ratusan ribu sampai jutaan untuk beberapa kali sesi. Nah, saya keberatan dengan hal itu (selain berat di kantong maaaak), berat pula untuk saya jalaninnya, karena saya ini tipe yang angot-angotan alias moody dan bosenan kalau soal olahraga. Kalau lagi rajin, ya rajin banget, kalau nggak, ya nggak sama sekali. Haha. Dulu sempet nyobain Muay Thay di Menteng, cuma trus bosen dan berasa jauh, jadi males aja gitu. Haha. trus pernah nyoba Belly Dance, tapi terus ngerasa ribet sama perlengkapannya, ya udah aja berenti. Hihi, begitulah saya. Makanya, ketika saya mendengar tentang Yoga Murmer di Kalcare Lotte Shopping Avenue, saya langsung tertarik mencoba.
Foto 1: Penampakan KalCare di Lotte Shopping Avenue Kuningan, Jakarta (Apik tenan yoo)
Awalnya, saya denger tentang Yoga murmer ini dari sepupu saya yang dulu suka nganterin ibu mantan pacarnya Yoga disini. Eh, terus baru tau kalau junior saya di Mapala UI sudah lama join Yoga disini. Dari ceritanya dia sih, supaya bisa Yoga disini, kita cukup membeli produk Kalbe Farma seharga 100.000 rupiah saja, abis itu kita bakal dapet semacem kartu yang bisa di-stampel gitu tiap kali kita ikutan kelas-nya. Nah loh?seriusan itu?muree benerr. Udah gitu, kelas yang ada bukan hanya Yoga buu, ada juga kelas Zumba dan Pilates. Wuihhh, lumayan banget kan?beli produk macam jus buah atau yoghurtnya Kalbe Farma, teruss dapet kelas yoga gratis.tis
Berbekal tekad (tekanan nekad) untuk sehat (kurus mah bonus cyiiin, padahal mah itu tujuan utama tapi malu ngakuinnya.haha), berangkat lah saya sepulang kerja dari kantor saya di bilangan Ragunan ke arah Kuningan bermacet-macet ria ngangkot. Mana pake acara kaki ledes alias lecet gegara pake sepatu baru dan jalan lumanyun jauh. Haha. Sampe disana, junior sekaligus temen saya di Mapala UI, Sheila, sudah menunggu dan memberikan voucher stamp untuk Kelas Yoga, Zumba dan Pilates di Kalcare ini. "Eh, ini seriusan gratis?" tanya saya yang masih ngos-ngosan akibat jalan dari halte busway depkes ke terowongan casablanca, naik mikrolet 44, demi ke kelas yoga ini. "Iyah, buat lo aja.karena gw pasti rutin beli produk diabetasol disini, daripada expired, mending gw kasih lo vouchernya". Haha, rejeki istri sholehah maaak! *sambil masukin lagi duit 100rb ke kantong. Sudah didaftarin pula sama temen saya yang baik hati ini. Oh ya, FYI maak, kalo mau ikutan kelas disini, konfirmasi by phone dulu yess..Biar gak waiting list.
Kemudian, di jam 18.30 pun, kelas Yoga-nya dimulai. Begitu masuk kelasnya, kesan saya pertama kali adalah bersih dan nyaman. Ruangannya memang tidak terlalu luas, tapi cukup untuk menampung peserta yoga sekitar 25 orang. Lantainya terbuat dari kayu berplitur, matras-nya sudah disediakan, terdapat pula loker untuk kita menyimpan perabotan lenong (alias tas, baju, deeste,deesbe). Daaaan yang paling nyenengin, kelasnya ini pake tirai, cewek semua pulak! jadi buat yang berhijab kayak saya, lebih nyaman, bahkan bisa buka hijab kalau mau, karena biasanya bakal keringetan banget selama Yoga. Kekurangannya cuma satu sih menurut saya, gak ada ruang ganti baju di dalam Kalcare ini. Jadinya kita harus ke toilet mall (deket sih, tapi kan risih pake legging atau kaos gt wara wiri di mall, hehe). Dan yang paling emejing, instruktur yoga-nya doooong, Mba Wati, yang konon umurnya 60-an tapi tetep keliatan belia dan singset (tsah elah bahasanye).
Foto 3: Ruang kelas Yoga di KalCare (aselik nyaman!)
Begitu mulai excercise-nya...BINGUNG. Haha. Karena saya newbie, otomatis telinga saya Hah-heh-hoh denger istilah kayak warrior pose, dan sodaranya. Untungnya temen-temen semua disini baik dan suportif banget sama yang baru nyoba seperti saya. Bahkan untuk beberapa pose, saya dibantu oleh salah satu teman di kelas yang saya pun baru pertama kali kenal. Gerakan- gerakan yoga menurut saya uwow banget ya, keliatannya sih simpel, tapi booook, kalo dicobain, bikin otot perut, paha, tangan, ketarik. Belum lagi konsistensi kita untuk melakukan gerakan itu, karena gerakannya tidak sebanyak BL, namun konsisten diulang. Saya inget banget pas instrukturnya nyontohin salah satu gerakan yang bikin otot perut saya ketarik kenceng, kok saya rasanya udah ngos-ngosan lap keringet sana sini berusaha ngikutin gerakannya, eh dia dengan anggunnya nyontohin gerakan itu sambil ngomong tenang untuk nyemangatin: "hayoooo, mana yang mau punya perut bagus?six pack?" Dan yang terdengar dari seluruh ruang hanyalah, koor desahan dan keluhan: "haduuuuhhh" hahaha, beauty is pain ya maaak!
Terakhir, ada sesi relaksasinya gitu, kata temen saya sih biasanya suka pada ketiduran saking nyamannya. Tapi kok saya malah melek dan kepikiran tentang Year to Date Burn Rate, Spending, Quarterly Report. OMAGA, email dari Jeung Malou, sang filipinos dari kantor regional Bangkok mendominasi. Ah sial juga, mau relaksasi, malah jadi konsentrasi cyiiinn...sama kerjaan kantor. Yailah berdedikasi banget kesannya saya. Haha..After all, saya rekomendasiin ikutan kelas yoga disini. Next time, saya mau ikutan kelas Zumba dan Pilatesnya juga. Yuuuk, ikutan, siapa tau kita ketemu di kelas nantinya. Hehe.
Selasa, 24 Februari 2015
Review Catering Pernikahan: Permata Catering
Sebenarnya, saya kepikiran untuk menulis tentang ini karena banyak teman maupun saudara yang bertanya ke saya tentang catering waktu acara resepsi pernikahan saya dulu. Karena seringnya orang bertanya, ya sudah lah saya kepikiran untuk bikin reviewnya disini. Semoga dapat menjadi oase di tengah gurun pasir dan memecahkan kegalauan para calon pengantin yang sedang riweuh mengurusi persiapan nikah. Hehe, semangat ya mbak, mas, saya pun pernah berada dan mengalami posisi yang sama.
Dulu sewaktu saya mempersiapkan pernikahan, hal yang paling menurut saya dan keluarga harus dipikirkan dengan matang ya soal catering ini. Makanya, hasil pemilihan catering ini ga heran melewati pertapaan di Gunung Selamet selama 3 hari 3 malam, ditemani kicau burung hantu, suaranya merdu. Kuku..kuku..*eh,kenapa jadi nyanyi?hehe, kidding friends. Ga selebai itu lah proses pemilihannya dulu, apalagi sampe bertapa segala. hadeeh. Kemarin itu sih prosesnya gini (kemarin?udah hampir 3 tahun lalu keleus), saya hunting gedung nikah dulu, dimana biasanya saat kita bertandang ke kantor gedung nikah yang kita tuju, pengurusnya punya banyak brosur/pamflet catering yang menjadi rekanan mereka. So, dari situ lah perjalanan pencarian catering saya dimulai. Setiap berkunjung ke calon gedung pernikahan, pasti saya ambil tuh brosur dan pamflet yang bejibun itu.
Setelah itu, saya pelajari satu per-satu brosur dan pamflet tersebut. Seleksi kali ini mulai dari penampakan brosur/pamflet dari si catering (bok, first impression do reflects loh), harga paket yang ditawarkan, fasilitas dan fitur yang diberikan dari masing-masing paket sampe kepada menu yang ada. Haha, aseli nyari catering aja udah mirip sama nyari jodoh *smirk. Dari hasil studi pamflet dan brosur yang menggunung itu, terkerucut lah menjadi 3 pilihan vendor catering, yaitu Permata Catering, Difa Catering sama Sintaro (ini kalo ga salah inget ya namanya yang dua lagi.hehe). Dan sebenernya ada satu lagi catering kawakan yang bikin saya penasaran, tapi harganya ga masuk budget (Puspita Sawargi).
Kemudian mulai lah saya menelpon 3 catering tersebut, plus 1 catering yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Saya bertanya dengan rinci mengenai paket dan harga yang ditawarkan, meminta mereka untuk mengirimkan proposal penawaran kepada saya dan menanyakan apakah bisa melakukan test food. Yup, keempat catering tersebut saya jabanin test food-nya supaya lebih yakin, dengan prinsip, lidah pasti gak bisa dibohongi, Haha. Alhasil setelah melakukan test-food dan melihat pernikahan yang disiapkan oleh masing-masing catering, akhirnya saya kepincut dan jatuh hati kepada Permata Catering. Sebenarnya ketiga catering tadi punya keunggulan dan kelemahan masing-masing, seperti contohnya Sintaro Catering ini menurut saya bagus dan total dalam hal design dan dekorasi pernikahan, sementara Difa Catering menawarkan banyak bonus.
Tetapi, saya menemukan versi lengkap check list saya yang saya harapkan dari sebuah catering, ya di Permata Catering ini. Emang apa saja sih pertimbangan saya memilih Permata Catering?
- Semua menu makanan yang saya coba saat test food di Permata, memiliki rasa yang endang surendang bambang seus alias paling ueeenak dibanding catering lainnya. Bahkan, dibandingkan dengan Puspita Sawargi yang akhirnya saya datangi test-foodnya di pameran wedding di JCC (namanya juga perempuan ya cyiin, ga afdol kalo ga dicobain semua). Makanan yang disiapkan Permata Catering lebih kaya bumbu (usut punya usut pemiliknya dan juru masaknya kebanyakan dari Padang, dimana orang Padang kalau masak pasti berani bumbu. Siapa yang bisa menandingi kelezatan rendang?haha). Menu yang saya rekomendasikan dari Permata Catering itu udang saus mayonaise, dendeng balado garing, siomay dan zuppa soup-nya, Yummy!
- Porsi makanan yang disiapkan bukan porsi main-mainan. Hehe, maksudnya, besar dan ukuran dari makanan yang disiapkan memang pas dan sesuai proporsi mulut dan perut orang Indonesia. Contoh ya, siomay di Catering A jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang disiapkan Permata. Ya, terus nanti tamu saya masa ga kenyang gegara porsi makanannya yang kekecilan. hehe
- Harga yang bersahabat. Dengan rasa yang maknyus, fasilitas dan fitur paket yang cukup banyak, Permata lebih unggul dibandingkan yang lainnya. Mungkin banyak catering lain yang sama lezatnya atau bahkan lebih enak, tetapi harganya diluar budget saya.
- Pelayanan yang optimal. Mulai dari test-food yang akhirnya saya lakukan dua kali loh, Permata tidak berkeberatan. Ya maklum lah, namanya pernikahan kan menyatukan dua keluarga, jadi orang tua kami (orang tua saya dan suami) juga harus setuju dengan pilihan catering kami. Karena kata mama saya, yang paling banyak diperbincangkan saat acara pernikahan ya cateringnya. Bahkan setelah pernikahan selesai pun, Permata masih menjalin hubungan dengan saya.
- Tata rias dan dekorasi yang cukup memuaskan. Ketika saya memutuskan mengambil paket catering dari permata, otomatis saya juga menggunakan tata rias dan dekorasi dari permata. Ada beberapa salon yang disediakan, dan saya memilih Anjani Salon untuk mengurus tata rias dan pakaian kami. Kebaya-nya bagus dan classy cyiiin, tata riasnya juga soft dan cantik. Silahkan cek foto tata rias dan pakaian saat saya menikah ini ya:
Foto pas penyematan cincin nikah (Hiraukan muka lempeng suami saya ya. Haha)
Intinya, saya puas dengan makanan dan pelayanan yang diberikan oleh Permata Catering. Saking sudah tau kualitas dan pelayanan Permata Catering, keluarga saya cukup dekat dan banyak yang memakai Pemata Catering setelah pernikahan saya. Mulai dari pernikahan adik saya, sepupu-sepupu saya, teman dan sahabat-sahabat saya. Oh ya, saya juga kenal baik dengan salah satu marketing Permata yang memang mengurusi semua pernikahan saya, keluarga dan teman-teman saya. Bahkan, saking dekat dan kenal baik dengan si Mba Catering ini, dia sering kali memberikan diskon dan bonus jika tahu yang akan menikah nantinya adalah keluarga atau teman saya. Nah, buat kamu yang mau nikah dan memilih permata catering, saya juga bisa bantu mengenalkan kamu dengan marketingnya yang sudah saya kenal baik itu. Saya juga bisa merekomendasikan supaya kamu dapat diskon dan bonus (saya ngalamin sendiri, kalau lagi persiapan nikah gini, potongan harga alias penghematan uang akan sangat membantu) . Oke, happy catering hunting ya, pals!.
PENTING: Buat teman-teman yang tertarik atau ingin tahu mengenai Permata Catering dan Nomor kontak Marketing Permata Catering kenalan saya, harap langsung mengirimkan email ke saya ya di: glysistrata@gmail.com atau lysistratagena@yahoo.com. Mohon jangan comment dibawah artikel ini ya untuk menghindari penyalahgunaan email teman-teman oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya tunggu emailnya ya. Thanks!
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpeg)
.jpeg)
