Tampilkan postingan dengan label Tips Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Parenting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2016

5 Hal Yang Baru Saya Tahu Setelah Menjadi Orang Tua


Kapan ya terakhir kali nulis di blog? Rasanya udah lama banget nggak update tulisan di blog karena kemarin-kemarin sibuk belajar IELTS dan bikin tugas di Pre-Departure Training-nya Australia Awards Scholarship. *Pencitraan. Haha. Ceritanya, mau mulai nulis lagi nih di blog, pengennya sih tulis topik yang ringan dan bisa jadi bahan cerita bareng-bareng diantara kita-kita mommy muda dan keceh *berasa iya *biarin aja. Haha. Okeh, gegara ngobrol singkat bareng suami kemarin, jadi kepikiran deh nulis artikel ini. Idenya dari silly questions saya dan suami (mungkin juga mommies) selama periode sebelum nikah dan menjadi orang tua, tapi baru berasa terjawab terang benderang sekarang-sekarang ini ketika menjadi orangtua. Contohnya:

1.Kenapa sih Ibu-ibu atau Bapak-bapak sering banget ngajak anak-anak mereka ke resto fast food macam Mc.Donalds atau KFC?

Fast food loh moms. Kan ga sehat ya? Dulu sih saya mikirnya begitu. Tapi yah, kan ga tiap hari juga..Apalagi sekarang, setelah tau yg namanya GTM (Gerakan Tutup Mulut), gak bisa memandang sebelah mata deh the power of happy meal-nya MC.Donalds atau Chaki Meal-nya KFC. Haha..Karena ternyata, setelah jadi orang tua, baru lah saya merasakan betul bahwasanya dengan adanya menu khusus anak di resto fast food ini, adalah win-win solution buat anak dan orang tua. Nih ya, coba aja deh sebut nama resto fast food yang si anak memang sudah pernah kesana. Dijamin dia bakal bersorak gembira. Karena selain si anak bisa bermain di area playground resto-nya, anak juga pasti bakal lahap makan karena dibujuk akan dapat mainan dari menu khusus anak tersebut. Happy banget dong? Pulang kenyang, dapat mainan pula! Anak senang, ortupun senang dikarenakan anak mau makan, bisa main dan harga ga berat di kantong. Hihi. Kami biasanya mengajak Janthra ke Resto Fast Food ini kalau lagi GTM, atau paling sebulan atau dua bulan sekali. Hehe.

Topeng Transformer sebagai hadiah terbaru dari menu Happy Meal McD

Tuh kan moms, saking senengnya sampe tiduran coba di area playground..bebassss..haha

2.Punya anak kembar itu seru banget deh. Iya gak sih?

Bener deh, saya kagum banget sama ibu-ibu yang punya anak kembar, kalian keren! Dulu waktu masih single dan awal nikah, saya dan suami sempet loh kepikiran pengen banget punya anak kembar. Alasannya karena lucu banget bisa didandanin pake baju samaan, lahirannya juga cuma sekali, jadi ga capek dan hemat. Eh tapi itu anggapan semua sirna, ketika saya merasakan betul “indah”-nya (baca indah dan capeknya) mengurus satu anak. Mulai dari menyusui, gantiin popok tengah malem, indung-indung ketika si anak nangis dan gak bisa tidur dini hari, siapin MPASI, dan lain-lainnya. Dan sekarang ketika sudah jadi toddler, mesti aktif ajak main kapan pun si anak mau main. Haha. Terlebih lagi, saya melihat luar biasanya pengalaman saudara dan teman-teman saya yang punya anak kembar. Dari segi finansial, gak hemat juga sih. Karena kita harus siapin dana dobel kan untuk membeli peralatan bayi yang harganya itu suka gak sopan. Belum lagi nyiapin dana untuk vaksinasi dan pendidikannya dalam satu waktu. Butuh persiapan dan kerja keras ekstra deh. Makanya, sekarang, saya tahu bahwasanya mempunyai anak kembar tidak “seseru” yang dibayangkan. Tapi tentu tetap menyenangkan dong. 

Begini kira-kira gambaran pekerjaan sehari-hari ibu dari anak kembar..Multi-tasking banget (sumber: www.google.com)

3. Kenapa ya ibu-ibu tuh rela borong susu atau popok berkardus-kardus kalo ada diskon? Kan masih bisa beli besok-besok.

Sungguh kalau saja kamu tahu berapa pengeluaran susu dan pampers selama satu bulan. *kemudian meratap. Haha. Ya iyalah, ibu-ibu bakal rela antri atau borong susu atau pampers berkardus-kardus kalo ada diskon. Masalahnya kan diskon-nya nggak ada besok-besok alias tiap hari. Hehe. Dulu jaman masih single, saya cuma geleng-geleng kepala kalau lagi antri di supermarket dan di depan saya ibu-ibu yang heboh dengan belanjaan susu dan pampers berkardus-kardus. Kayak gak ada hari lain aja, saya lelah nih antri nunggu giliran bayar. Hahaha..Itu dulu ya..Tapi sekarang, I feel you, ibu..Percaya deh, ibu –ibu itu emang modis alias modal diskon. Haha..Aseli lumayan loh selisih harganya, apalagi kalo beli banyak. Kan selisihnya bisa dibeliin lipen. *eh.. jadi, jangan heran lagi ya kalo besok-besok liat pemandangan ibu-ibu borong susu dan pampers besok-besok di supermarket. *kedip manja

Tenang rasanya dunia jikalau persediaan popok masih aman. Haha (sumber: www.google.com)

4. Kok Ibu-ibu demen banget ya arisan atau kumpul-kumpul komunitas gitu?


Coba deh terjun ke dunia motherhood. Aseli berat loh kalau kita gak punya temen – temen atau komunitas yang bisa menguatkan. Apalagi untuk ibu rumah tangga yang porsi kerjanya menurut saya lebih menuntut kesabaran dan kerja keras. Bisa burn-out dong kalau ga ada refreshing atau kumpul-kumpul bersama teman-teman? Karena arisan itu ternyata tidak melulu negatif ya, tetapi juga bisa jadi ajang tukar informasi mengenai parenting, ajang haha-hihi melepas penat dan stress, juga sebagai support group jika si ibu sedang dilanda masalah. Selain itu, dengan bergabung bersama komunitas tertentu, ibu-ibu jadi punya sarana aktualisasi diri lainnya, selain mengurus anak. Misalnya nih, saya belakangan ini bergabung dengan komunitas blogging seperti Kumpulan Emak-EmakBlogger, Blogger Perempuan, Blogger Crony, dll. Manfaatnya banyak banget loh, selain bisa ketemu banyak teman dan membangun network, saya juga bisa belajar banyak tentang cara menulis yang baik, bahkan bisa menghasilkan uang dari tulisan. Jadi, kejawab dong ya kenapa ibu-ibu suka pada kumpul di arisan atau komunitas gitu?hehe.

Bersama para blogger kece di salah satu event yang difasilitasi oleh BloggerCrony


My support group dari The Urban Mama - Birth Club July 2013

5. Ada loh mahmud dan pahmud yang nonton berduaan atau jalan-jalan berduaan sampe malem, padahal udah punya anak. Kok tega ya?

Tega dong. Masa gak tega, orang ninggalin anaknya juga cuma beberapa jam dan gak tiap hari juga kan. Sebelum “pacaran” juga biasanya, si ibu dan bapak sudah nyiapin semua kebutuhan si anak dan memastikan orang yang akan menjaga anaknya bertanggung jawab. Soalnya yah, ternyata setelah menikah dan punya anak, ada loh kebutuhan untuk mengulang masa-masa pacaran itu. Momen-momen dimana kita bisa berduaan saja dengan pasangan tanpa terinterupsi oleh urusan anak. Hehe. Bukannya egois ya, tapi sesekali begini kan ga masalah, malah bisa jadi salah satu cara kita mempertahankan hubungan romantis dengan suami. Atau bisa juga jadi momen bicara dari hati ke hati berdua dengan suami. Atau mungkin jadi momen untuk memutuskan, apakah perlu menambah satu anak lagi? Hahaha, you decide it, moms!.

Udah kayak ABG pacaran belom fotonya?haha..*padahal susah banget nyari foto beduaan minus si ucil

Gitu deh kira-kira, moms..Saya yakin, masih banyak sih pertanyaan atau sekedar pikiran lewat saat belum menikah dan ternyata baru bisa kita temuin jawabannya, ya sekarang ini setelah menikah dan menjadi orang tua. Bagaimana dengan moms? Punya pertanyaan atau keheranan yang juga baru terjawab ketika jadi orang tua? Share dong moms di kolom komentar. Thank you!